Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta memanfaatkan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS, yang pada Kamis (21/5) mencapai Rp17.653, dengan meluncurkan sejumlah paket wisata untuk wisatawan mancanegara. Otoritas ibu kota memandang situasi ini sebagai peluang untuk meningkatkan masuknya turis asing melalui promosi yang agresif dan menarik.
Pemprov DKI melihat momen ini sebagai kesempatan untuk menawarkan harga perjalanan dan akomodasi di Jakarta yang lebih kompetitif. Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menilai turunnya nilai tukar rupiah dapat menjadi daya tarik karena meningkatkan daya beli wisatawan asing, terutama dari negara-negara tetangga.
Fenomena ekonomi ini berdampak positif dengan memperpanjang masa tinggal wisatawan di Jakarta. Lucky menjelaskan bahwa paket wisata yang biasanya diambil satu atau dua hari oleh turis Malaysia dan Singapura kini bisa diperpanjang.
Disparekraf Jakarta juga mengadakan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 sebagai bagian dari strategi promosi kota untuk menarik minat belanja turis asing. Data menunjukkan bahwa Malaysia, China, dan Jepang menjadi tiga negara utama penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak di Jakarta.
Turis Malaysia lebih menyukai wisata kuliner dan belanja, sementara turis China lebih tertarik pada wisata urban dan bisnis. Sementara turis Jepang lebih banyak meminati wisata budaya dan kuliner di Jakarta. Disparekraf memaksimalkan publikasi Festival Jakarta Great Sale demi menarik pengunjung dari Malaysia yang gemar belanja dan kuliner.
Disparekraf DKI Jakarta juga telah menyiapkan slot publikasi khusus di media cetak internasional untuk edisi Juni-Juli 2026. Ajang Festival Jakarta Great Sale 2026 dipastikan menjadi fokus utama dalam publikasi tersebut demi menargetkan lonjakan transaksi belanja turis dari Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura.
Diharapkan langkah tersebut tidak hanya meningkatkan kedatangan turis asing, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif lokal di tengah dinamika global terkait nilai tukar. Pemrob DKI Jakarta terus memupuk upaya kreatif agar dapat menstabilkan ekosistem pariwisata meskipun nilai tukar sedang bergejolak.