Otoritas penerbangan Korea Selatan sedang melakukan investigasi mendalam mengenai kegagalan sistem keamanan di Bandara Internasional Incheon. Penyelidikan ini dilakukan setelah terdeteksi bahwa seorang penumpang berhasil memasuki penerbangan internasional dengan membawa pisau dapur yang lolos dari pengecekan manifes.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan (MOLIT) memastikan pada hari Selasa (19/5) bahwa investigasi resmi telah dimulai. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pisau tersebut bisa lolos dari pemindaian sinar-X dan apakah insiden ini melanggar hukum yang berlaku mengenai keamanan penerbangan.
Insiden terjadi pada Minggu (17/5) sekitar pukul 18.20 waktu setempat dalam penerbangan Etihad Airways yang menuju Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Berdasarkan laporan, seorang penumpang wanita yang berusia sekitar 50-an dengan jujur melaporkan kepada kru kabin bahwa dia menemukan pisau dapur sepanjang 9 cm di tas jinjingnya.
Menurut Laporan Seoul Economic Daily, wanita ini memberi tahu pihak berwenang bahwa sebelumnya dia menggunakan pisau tersebut untuk mengupas buah sebelum tiba di bandara. Tanpa sengaja, dia memasukkan benda tersebut ke dalam tas dan melupakannya. Setelah penyelidikan awal, wanita itu dinyatakan tidak memiliki niat kriminal atau indikasi terorisme, sehingga diizinkan melanjutkan perjalanannya ke Abu Dhabi.
Meski tidak ada korban jiwa atau ancaman langsung, insiden ini menimbulkan kekhawatiran publik yang besar. Sebab, berdasarkan peraturan keselamatan penerbangan internasional, senjata tajam dilarang keras masuk ke dalam kabin pesawat dan harus terdeteksi di pos pemeriksaan.
Keputusan yang mengejutkan ini terjadi di Bandara Incheon, yang baru saja dinobatkan sebagai bandara terbaik kedua di dunia dalam penghargaan bergengsi Skytrax Awards 2026. Kementerian Transportasi Korsel menyatakan, "Kami akan mengirimkan inspektur dari Kantor Penerbangan Regional Seoul untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh, dan pihak yang terbukti bertanggung jawab akan menghadapi tindakan tegas."
Ketidakamanan ini muncul di tengah lonjakan penumpang yang luar biasa di Bandara Incheon pada tahun 2026. Pada tahun lalu, bandara ini melayani 73,55 juta penumpang internasional, menjadikannya bandara tersibuk ketiga dunia. Pengamat penerbangan mencatat peningkatan volume penumpang sebesar 7 persen pada awal tahun ini dapat menyebabkan tekanan kerja tinggi bagi petugas pemindai X-ray, sehingga berpotensi menurunkan ketelitian mereka.