Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengalahkan Arsenal dalam laga final Liga Champions musim 2025/2026 dengan cara yang dramatis. Pertandingan yang digelar di Stadion Puskas Arena, Hungaria, pada Sabtu (30/5) malam waktu Indonesia, berakhir dengan kemenangan yang membawa kebahagiaan bagi tim asal Prancis tersebut.
Arsenal kembali harus menerima kenyataan pahit meninggalkan final Liga Champions tanpa trofi. Kai Havertz mencetak gol pada menit keenam, namun dibalas oleh Ousmane Dembele melalui eksekusi penalti pada menit ke-65. PSG kemudian memastikan gelar juara setelah memenangkan adu penalti dengan skor 4-3.
Tujuh Fakta Menarik Final PSG vs Arsenal
Laga ini mencatatkan final ke-12 Liga Champions yang harus diselesaikan melalui adu penalti. Baik PSG maupun Arsenal belum pernah terlibat dalam adu penalti di final Liga Champions sebelumnya. Ini juga menjadi momen di mana PSG menghentikan tren selama 11 musim terakhir, di mana tim yang mencetak gol pertama selalu menjadi juara.
Les Parisiens berhasil mencatatkan total 45 gol sejak fase grup hingga final, menyamai rekor Barcelona sebagai tim tersubur di Liga Champions musim 1999/2000. Pelatih Luis Enrique sukses meraih trofi Liga Champions ketiganya, setelah sebelumnya juga menang bersama Barcelona dan PSG pada musim sebelumnya.
Enrique menjadi pelatih kedua asal Spanyol yang meraih gelar Liga Champions secara beruntun, mengikuti jejak Jose Villalonga yang meraih sukses dengan Real Madrid pada 1955/1956 dan 1956/1957. Gol cepat Kai Havertz pada menit keenam tercatat sebagai gol tercepat kedua dalam sejarah final Liga Champions, setelah Mohamed Salah yang hanya butuh dua menit pada final 2019.
Havertz juga mencetak sejarah sebagai pemain keempat yang mencetak gol di dua final Liga Champions berbeda untuk dua klub berbeda. Ia menyusul jejak pemain-pemain sebelumnya seperti Cristiano Ronaldo, Mario Mandzukic, dan Velibor Vasovic.