Marc Marquez dilaporkan telah meminta klausul unik dalam kontrak barunya dengan Ducati, yaitu dapat pensiun tanpa terkena penalti. Dalam akhir musim ini, Marquez akan menjadi 'agen bebas', namun Ducati tetap berharap agar Marquez bersedia memperpanjang kontraknya dengan mereka.
Berdasarkan laporan dari Motogpnews, Marquez setuju untuk menandatangani kontrak baru dengan Ducati untuk musim 2027 dan 2028. Kesepakatan ini masih menunggu konfirmasi dari Ducati hingga para konstruktor MotoGP menandatangani perjanjian komersial kolektif yang baru.
Permintaan Klausul Aneh Marquez
Salah satu hal menghebohkan dari kontrak Marquez dengan Ducati ini adalah klausul yang dianggap aneh. Disebutkan bahwa Marquez meminta kontrak dengan Durasi 1+1 tahun, yang memberikan opsi untuk meninggalkan Ducati atau pensiun pada akhir 2027 jika ia tak bisa bersaing merebut gelar juara atau jika terjadi kegagalan pada mesin 850cc Ducati.
Carlo Pernat, seorang pengamat MotoGP, mengungkapkan bahwa Marquez juga menginginkan adanya klausul dalam kontrak yang memungkinkan ia pensiun pada 2026 tanpa penalti. "Saya rasa Marc mulai berpikir untuk berhenti, akibat dari semakin banyaknya komitmen dan minimnya waktu untuk beristirahat," ujar Pernat.
Kondisi Terkini Marquez
Setelah mengalami kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025, performa Marquez belum pulih sepenuhnya pada musim ini. Musim yang berat bagi Marquez semakin bertambah setelah ia mengalami insiden di balapan sprint MotoGP Prancis 2026, menyebabkan patah tulang metatarsal di kaki kanannya dan membuatnya harus absen dalam beberapa balapan.
Kondisi tubuh yang tidak dalam keadaan fit 100% diyakini akan memengaruhi kinerja Marquez di atas motor. Jika ia merasa sudah tak mampu bersaing, Marquez berkeinginan untuk pensiun. Dalam kontrak dua tahunnya dengan Ducati, ia dengan tegas menginginkan agar tidak ada penalti jika ia memutuskan untuk berhenti.
Pernat menambahkan, "Marquez mungkin ingin mencoba karena dia sadar bahwa dengan aturan baru, pembalap menjadi lebih strategis, dan dia masih salah satu yang terkuat. Tetapi jika dia merasa tidak bisa lagi bersaing untuk menang, saya pikir dia akan mengatakan cukup."