Pada Senin pagi, tawuran terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai dekat Stasiun Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Polisi telah membubarkan kerusuhan ini dan situasi saat ini dilaporkan kondusif.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, menyatakan bahwa Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur, bersama dengan personel Patra Brimob, bertindak cepat dalam upaya pembubaran. "Sudah dibubarkan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur bersama personel Patra Brimob," ujarnya pada Senin (25/5/2026).
Alfian menambahkan bahwa mereka menerima laporan dari warga mengenai tawuran ini sekitar pukul 07.10 WIB. Menanggapi laporan tersebut, Tim Patroli Perintis Presisi C dan D serta Patra Brimob segera bergerak ke lokasi untuk mengatasi situasi. "Setibanya di lokasi, petugas berhasil melerai dan membubarkan aksi tawuran sehingga situasi dapat segera dikendalikan," jelasnya lebih lanjut.
Setelah pembubaran, tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan mengamankan barang bukti yang diduga digunakan dalam tawuran. Barang-barang ini termasuk 3 petasan, 5 busur, dan 1 proyektil ketapel. "Barang bukti yang diamankan antara lain 3 petasan, 5 busur, dan 1 proyektil ketapel," tambahnya.
Kombes Alfian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian ini, dan situasi di lokasi kini telah kondusif. "Fokus kami membubarkan tawuran dan antisipasi tidak ada korban jiwa, juga supaya tidak mengganggu aktivitas arus lalin yang berangkat kerja, sekolah, atau aktivitas lainnya," ujarnya.
Usai situasi dianggap aman, petugas melanjutkan pemeriksaan dan pengamanan di Pos Terpadu Bonsi untuk mencegah potensi masalah keamanan di masa depan. Patroli gabungan yang melibatkan Tim Patroli Perintis Presisi C dan D serta Patra Brimob diadakan secara rutin dan ditingkatkan untuk menjaga keamanan.
Kombes Alfian menegaskan pentingnya peran serta warga dalam keamanan dengan meminta laporan cepat jika ada potensi gangguan. "Polres Metro Jakarta Timur mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat," pungkasnya.