Iran Balas AS, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

Iran Balas AS, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

Iran Balas Serangan AS, Ketegangan di Hormuz Meningkat

Jakarta - Iran mengumumkan bahwa mereka telah menyerang sebuah pangkalan militer Amerika Serikat sebagai balasan atas serangan AS di dekat Bandar Abbas. Pernyataan ini disampaikan oleh Garda Revolusi Iran pada Kamis (28/5) melalui media pemerintah IRIB. Menurut Garda Revolusi, serangan tersebut terjadi setelah AS melancarkan agresi dengan proyektil udara pada pagi hari terhadap lokasi di sekitar Bandara Bandar Abbas.

Garda Revolusi tidak memberikan informasi spesifik mengenai lokasi pangkalan yang diserang. Namun, sebelumnya Kuwait, yang merupakan sekutu AS, mengklaim merespons serangan rudal dan drone pada Kamis dini hari. Sementara itu, pasukan Iran juga melaporkan telah melepaskan tembakan peringatan ke empat kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin.

Menurut Kantor Berita IRIB, keempat kapal tersebut sudah diberi peringatan sebelumnya, tetapi mereka mengabaikannya, sehingga tembakan peringatan dilepaskan dan kapal-kapal itu terpaksa berbalik arah. Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata, tetapi Teheran menyatakan tetap siap untuk berunding. Di sisi lain, AS menggambarkan tindakan tersebut sebagai upaya "defensif," sementara Iran menyebutnya sebagai "pelanggaran besar" terhadap gencatan senjata yang rapuh sejak awal April.

Di tengah situasi ini, Presiden AS Donald Trump dilaporkan mulai kehilangan dukungan dari sebagian kalangan Partai Republik. Ini terjadi di tengah peningkatan kritik terhadap perang yang berkepanjangan dan kenaikan harga bahan bakar. AS sebelumnya mengklaim telah menembak jatuh empat drone Iran di Bandar Abbas serta menyerang pusat kendali drone di kota pelabuhan tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari operasi hari kedua yang oleh Washington disebut sebagai tindakan "defensif" terhadap Iran pekan ini. Sementara itu, seorang pejabat mengatakan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk menjaga gencatan senjata. Drone-drone Iran tersebut dianggap mengancam wilayah di sekitar Selat Hormuz, menurut pejabat AS.

Pentagon sebelumnya menyatakan bahwa serangan Amerika pada Senin malam menargetkan lokasi peluncuran rudal Iran dan kapal peletak ranjau. Hal ini disebabkan karena aktivitas tersebut dianggap mengancam pasukan AS serta jalur pelayaran. Selain itu, pemerintah AS menerapkan sanksi baru terhadap Otoritas Selat Teluk Persia Iran.

Lembaga tersebut baru-baru ini memungut biaya transit di Selat Hormuz, dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa langkah ini menunjukkan Teheran "sangat membutuhkan uang." Pejabat AS memperingatkan bahwa pihak yang membayar biaya transit tersebut dapat terkena sanksi karena berpotensi mendukung Garda Revolusi Iran. Dalam suasana tegang ini, harga minyak dunia melonjak pada Kamis (28/5) setelah serangan terbaru AS terhadap Iran.

Jenis Minyak Harga Kenaikan
Minyak Mentah Brent 96,13 dolar AS/barel Hampir 2%
WTI 90,23 dolar AS/barel 1,75%

Kenaikan ini terjadi sehari setelah harga minyak turun tajam, di tengah harapan terhadap kesepakatan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Selain itu, Militer Israel melaporkan telah mulai menyerang infrastruktur Hezbollah di dekat kota Tyre, Lebanon selatan, setelah sebelumnya memperingatkan warga sipil untuk meninggalkan area tersebut. Seorang juru bicara militer Israel menyebutkan kepada Telegram bahwa IDF sudah mulai menyerang infrastruktur Hezbollah di wilayah Tyre.

Sebelum serangan, militer Israel mengingatkan warga di sekitar bangunan yang menjadi target untuk bergerak ke utara Sungai Zahrani, mengingatkan bahwa tetap berada di wilayah tersebut bisa membahayakan keselamatan mereka. Kantor Berita resmi Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel menghantam Tyre dan sekitarnya pada Kamis pagi. Serangan ini menyebabkan kerusakan sebuah bangunan dan memicu kebakaran.