Jakarta, CNN Indonesia -- Fase Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina merupakan puncak sekaligus fase terpenting dalam ibadah haji. Selama fase ini, jemaah haji akan bergerak dari satu tempat ke tempat lain di tengah kerumunan yang padat dan seringkali di bawah cuaca terik.
Karena tuntutan mobilitas yang tinggi dan aktivitas yang menguras tenaga, jemaah dianjurkan untuk membawa barang-barang yang diperlukan saja. Beban yang terlalu berat dapat menyebabkan kelelahan sebelum ibadah selesai dilakukan secara keseluruhan.
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M dari Kementerian Haji dan Umrah RI, pelaksanaan fase Armuzna dimulai pada 25 Mei 2026. Pada hari tersebut, jemaah akan diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah sebagai bagian dari puncak ibadah haji.
Barang Wajib Dibawa
Menjelang keberangkatan, jemaah harus mempersiapkan barang-barang penting yang diperlukan selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Barang-barang yang dibawa sebaiknya sesederhana mungkin untuk mendukung mobilitas sepanjang perjalanan.
Setiap jemaah dibekali tas Armuzna berbentuk ransel. Berdasarkan informasi dari Kementerian Haji dan Umrah di media sosial, tas ini dapat diisi dengan keperluan mendesak seperti bekal konsumsi, payung, botol semprotan air, serta kebutuhan pribadi lainnya.
Sebagai tambahan, jemaah diimbau untuk tidak membawa koper kecil saat menuju Armuzna. Selain tas ransel, jemaah bisa membawa tas selempang kecil untuk menyimpan dokumen dan barang-barang yang mudah dijangkau.
Daftar Barang yang Disarankan
Isi Tas Selempang Kecil:
- Handphone
- Dompet
- Kartu identitas
- Botol semprotan air
- Tisu
- Masker
- Obat pribadi secukupnya
Isi Tas Ransel Armuzna:
- Baju ganti seperlunya
- Kain ihram cadangan
- Perlengkapan mandi ukuran travel
- Sajadah tipis
- Charger dan powerbank
- Bekal konsumsi ringan secukupnya
- Sandal ringan untuk ke toilet
- Payung kecil atau topi
- Kanebo basah
Tas Armuzna sebaiknya hanya digunakan untuk barang-barang yang diperlukan selama puncak ibadah haji. Jemaah juga diminta untuk tidak memasukkan oleh-oleh ke dalam tas ini karena selain akan menambah berat, barang yang berlebihan berisiko melampaui batas kabin yang telah ditetapkan, yakni maksimal 7 kilogram.