Iyos, seorang petani talas dan jagung yang berasal dari Desa Cikeas, Bogor, merasa bersyukur atas keputusannya untuk beralih menjadi petani. Kebahagiaan tersendiri ia rasakan setiap kali memanen hasil dari usahanya. Pada suatu siang, Iyos terlihat berada di tengah kebun talas dan jagung di Kampung Ciowa, Desa Cikeas, Bogor. Kehidupan keluarganya sebagian besar bergantung pada hasil dari lahan ini. Dalam pengelolaan kebun talasnya, Iyos berbagi cerita tentang bagaimana pertanian menjadi titik balik hidupnya, terutama setelah menghadapi kesulitan di masa pandemi COVID-19.
Dukungan dari BRI sangat membantu perkembangan usahanya hingga mencapai kondisi saat ini. Sebelumnya, Iyos bekerja di 'jalanan', namun pandemi membuatnya beralih menjadi petani untuk tetap dapat mencari nafkah bagi keluarganya. Iyos memulai karier pertaniannya dengan modal pribadi, meskipun awalnya bergabung dengan kelompok tani demi mendapatkan dukungan pemerintah. Namun, secara bertahap, anggota kelompok tani memutuskan mundur. Iyos pun menghadapi tantangan baru dalam mempertahankan usaha taninya di tengah keterbatasan modal.
"Alhamdulillah saya berkomunikasi dengan Bank BRI waktu itu ada program KUR," ungkap Iyos saat ditemui detikcom. Pada tahun 2023, Iyos pertama kali mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp 40 juta. Dukungan tersebut membuat usaha Iyos lebih terarah dan kualitas bibit tanamannya meningkat. "Alhamdulillah sampai sekarang saya lancar, bisa bertani dan menghidupi keluarga," ujarnya. Saat ini, ia mengelola lahan seluas 6.000 meter persegi dengan sistem sewa tahunan sebesar Rp 7,5 juta. Lahan ini sebelumnya digarap turun-temurun oleh keluarganya.
"Alhamdulillah kerjasama dengan BRI membuat pekerjaan di pertanian lebih nyaman dan menyenangkan, meskipun hasilnya tidak selalu besar," kata Iyos. Pilihannya untuk bertani talas didorong oleh pasar yang sudah jelas. Talas merah sutra ungu sangat diminati di pasar- pasar, sedangkan jagung ditanam untuk persiapan musim berikutnya. Menurut Iyos, lahan bekas penanaman talas perlu diselingi tanaman lain seperti jagung untuk menghindari adanya bakteri sebelum kembali menanam talas. "Setelah jagung, baru talas lagi," jelasnya.
Usaha talas Iyos kini mulai menunjukkan hasil. Setiap panen enam bulan sekali bisa memberinya laba bersih antara Rp 10 juta hingga Rp 12 juta. "Kadang ada 8.000 talas, kadang ada 5.000, tergantung permintaan pasar," tutur Iyos. Untuk jagung, hasil penjualannya bervariasi dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Keuntungan dari lahan miliknya juga menambah pendapatannya. Iyos memiliki beberapa lahan sendiri, seperti lahan 1.200 meter persegi dan 500 meter persegi yang terpisah.
Dengan perkembangan usahanya, Iyos juga memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Saat ini, ia mempekerjakan dua orang warga untuk membantu dalam pengolahan lahan dan penanaman dengan sistem upah per petak ladang. Setiap pegawainya memperoleh Rp 500.000 per petak, serta didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Iyos merasa bahagia usahanya dapat meningkatkan kondisi ekonomis warga; salah satu pekerjanya bahkan bisa memiliki rumah sendiri berkat pekerjaan di ladang taninya. "Dulu dia belum punya rumah, sekarang alhamdulillah punya rumah sendiri," sebutnya.
Usaha tani Iyos tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga membantunya memperbaiki rumah. Dari hasil tersebut, pria dengan dua cucu itu dapat melunasi kewajiban cicilan di BRI. "Nyaman kalau kerjasama sama BRI," tambah Iyos. Pembangunan rumahnya kini jauh lebih nyaman untuk dihuni. Kepengurusan permodalan dari BRI tidak hanya membantu Iyos, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang bisa membeli talas dengan harga lebih terjangkau. Setelah usahanya berkembang, Iyos mengambil pinjaman KUR BRI tambahan sebesar Rp 64 juta.
Dia sangat berhati-hati dalam mengajukan pinjaman agar arus kasnya tetap lancar. "Saya ingin menjaga nama baik di BRI," ungkap Iyos seraya mengucapkan terima kasih atas bantuan modal dari BRI. Rencana ke depan, ia berharap dapat memiliki kios sendiri untuk menampung hasil pertaniannya. "Ke depannya, saya berharap punya kios untuk pasar-pasar pertanian saya," imbuhnya dengan optimis. Mantri BRI Unit Cimahpar, Win Zikra, turut menyambut baik perkembangan Iyos. Menurutnya, KUR yang diberikan BRI terbukti berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.
"Kami sebagai lembaga perbankan yang memberikan modal bagi usaha UMKM, melihat manfaat yang nyata," kata Win di Kantor Desa Cikeas. Ia berharap usaha Iyos dapat terus berkembang dan memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat sekitar. "Harapan kita agar nasabah seperti Pak Iyos bisa semakin sukses, mungkin memperluas lahan produksinya," imbuhnya. Dukungan BRI kepada usaha kecil sejenis ini menegaskan komitmen mereka untuk mendukung perekonomian lokal dan mendorong pertumbuhan UMKM di berbagai sektor.