Ekonomi Bisnis Danantara menetapkan target investasi senilai Rp213,4 triliun pada tahun 2026. Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, mengungkapkan bahwa nilai investasi yang semula ditargetkan US$14 miliar dikurangi karena pertimbangan perubahan nilai tukar rupiah.
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana mengalokasikan investasi sebesar US$12 miliar atau setara dengan Rp213,4 triliun (mengacu pada kurs Rp17.790 per dolar AS) sepanjang tahun ini. Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa pada awal 2026, nilai investasi tersebut sebelumnya direncanakan sebesar US$14 miliar, namun mengalami penyesuaian akibat fluktuasi nilai rupiah.
Fokus Investasi Strategis
Dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta pada Selasa (26/5), Pandu menjelaskan bahwa investasi ini akan diarahkan ke sektor-sektor strategis seperti infrastruktur digital, pusat data, energi baru terbarukan, dan proyek waste to energy (WTE). Danantara juga membuka peluang besar bagi sektor swasta untuk berpartisipasi dalam proyek investasi tersebut.
Sebagai contoh, proyek waste to energy fase kedua di 10 lokasi kini menarik minat hingga 85 konsorsium, meningkat signifikan dibandingkan fase pertama yang hanya diikuti oleh 24 perusahaan. Partisipasi ini tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari negara lain seperti Korea, Jepang, Eropa, Timur Tengah, dan Singapura.
Komitmen Sovereign Wealth Fund
Selain mengejar investasi baru, Danantara juga mengklaim telah mendapatkan komitmen pendanaan besar dari beberapa sovereign wealth fund dunia. Pandu mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sekitar tujuh hingga delapan sovereign wealth fund telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Danantara, dengan total nilai mencapai hampir US$30 miliar.
Sebagai contoh, Danantara telah menyelesaikan dua kesepakatan dengan Qatar Investment Authority. Pandu menyatakan bahwa komitmen investasi ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Danantara, yang sebelumnya sempat diragukan ketika lembaga ini baru didirikan.
Dia menambahkan bahwa fokus utama Danantara saat ini adalah menjaga tata kelola dan transparansi, serta membangun kepercayaan pasar agar aliran investasi ke Indonesia terus tumbuh. Pandu menekankan bahwa seiring berjalannya waktu, Danantara telah berhasil menjadi organisasi yang mampu mendatangkan keyakinan di kalangan investor global.