Menghadapi El Nino, Bulog Usulkan Perpanjangan Bantuan Beras 10 Kg Selama 2 Bulan

Menghadapi El Nino, Bulog Usulkan Perpanjangan Bantuan Beras 10 Kg Selama 2 Bulan

Perum Bulog mengajukan rencana untuk memperpanjang program bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram tambahan selama dua bulan guna mengatasi kemungkinan dampak El Nino. Usulan ini sebelumnya telah didiskusikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR, yang secara prinsip telah memberikan persetujuan meskipun pelaksanaan finalnya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa tambahan program ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta menghadapi tekanan pangan yang mungkin terjadi selama musim kering akibat El Nino. Dia menyatakan bahwa pemerintah pusat diharapkan dapat menyetujui bantuan pangan ini sebagai langkah bijak dalam menghadapi musim yang menantang tersebut.

Bantuan tambahan yang diusulkan oleh Bulog fokus pada penyediaan beras, berbeda dari skema sebelumnya yang juga menyertakan minyak goreng. Rizal menegaskan bahwa bantuan yang direncanakan adalah berupa beras saja, sesuai hasil pembahasan di rapat RDP sebelumnya.

Menurut Rizal, setiap penerima bantuan akan mendapatkan 10 kilogram beras per bulan, dan dengan adanya tambahan dua bulan, jumlah total bantuan yang akan diterima mencapai 20 kilogram. Usulan ini nantinya akan diimplementasikan dalam dua skema penyaluran utama, yaitu untuk pasar umum dan pasar khusus.

Dalam skema pasar umum, Bulog mengajukan tambahan penyaluran beras sekitar 4,3 juta ton per tahun. Rinciannya akan mencakup kebutuhan untuk ASN, TNI, dan Polri melalui cadangan beras pemerintah (CBP) yang dialokasikan sebagai natura, serta pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk pasar khusus, Bulog juga mengusulkan penyaluran sekitar 1,3 juta ton beras guna mengantisipasi kenaikan harga pada akhir tahun. Dalam skema ini, bantuan pangan beras ditargetkan bisa menjangkau sekitar 4,3 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan dari Agustus hingga November 2026.

Di luar bantuan beras, Bulog juga berencana menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang akan menggunakan dana dari Pangan Badan Pangan Nasional (PBP) dengan jadwal Februari hingga Maret 2026. Komoditas yang diajukan untuk pasar khusus kali ini hanya beras tanpa tambahan minyak goreng.